Home » » Tampar Hari Minggu Biasa XVII, 24 Juli 2011

Tampar Hari Minggu Biasa XVII, 24 Juli 2011

Written By Cosmas Eko Suharyanto on Sabtu, 23 Juli 2011 | Sabtu, Juli 23, 2011

tak hanya makan-makan

“TIDAK LULUS” KOMUNI seolah tak mungkin terjadi bagi sebagaian orang tua calon komuni pertama.  Mungkin mereka ini baru muncul dari peraduannya? Karena di Tembesi bukan soal lulus dan tidak lulus yang menjadi tujuan, NAMUN bagaimana Pembina bisa menilai dari banyak aspek apakah anak didiknya sungguh-sungguh layak atau harus ditunda dulu dengan memberikan persiapan lagi.
Hal ini menjadi penting untuk semakin membantu orang tua agar menggeser pola pemikiran lama; yang lebih mengedepankan persiapan pesta daripada mempersiapkan dan  memberikan perhatian perkembangan iman anaknya.

Para Fasilitator pun selain mempersiapkan calon komuni, minggu ini  juga mulai mempersiapkan diri untuk menyambut AsIPA Internasional. Dalam latihan koor perdana di Kapel Dominikus tak kurang dari 70an Fasilitator bersemangat hadir demi suksesnya event akbar ini.

Lalu bagaimana potret AKSI NYATA minggu ini yang masuk ke telinga TAMPAR? Salah satunya adalah rencana Komunitas St. Pius X dalam memperingati Pesta Nama Pelindungnya akan mengadakan aksi nyata di Asrama St. Theresia Rempang selepas Misa Syukur, Puncak Iman Komunitas.
Ada juga Komunitas St. Agnes Sub 1, yang minggu ini mencuci pakaian-pakaian dan kain Liturgi.
Lalu beberapa komunitas yang bernaung di Kapel Fransiskus mulai menunjukkan keseriusan mempertanyakan kegiatan SEKAMI yang sudah seharusnya terjadi di KBG, locus pastoralis dalam Gereja Partisipatif seperti halnya telah dijalankan komunitas lainnya sejak 5 tahun yang lalu. Kebiasaan Bina Iman Anak di Kapel sebelum Misa atau Selama Misa lalu anak-anak dibiarkan tidak mengikuti PERAYAAN IMAN DALAM EKARISTI sudah lama ditinggalkan karena hanya membuat asing anak-anak dalam mengenal Yesus Ekaristis.

Dan Tembesi pun terus bergerak maju, Romo Ngadi minggu ini terus memobilitas komunitas-komunitas yang selama ini telah aktif dalam GOTAUS (Gerakan Orang Tua Asuh untuk Seminari) untuk mensharingkan apa yang mereka lakukan kepada rekan-rekannya penggerak GOTAUS dari paroki-paroki lain dalam REKOLEKSI PENGGERAK GOTAUS yang akan dilaksanakan Minggu, 24 Juli di Lubuk Baja. Tanggungjawab Pendidikan Imam telah menjadi tangungjawab Komunitas sebagai Komunio, baik dalam wujud DONATUR DOA ataupun DONATUR DANA DAN DOA. Mungkin itulah gerakan komunitas yang disebut Romo Stef ”TAK HANYA DIAM”.
Share this article :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Magnificatkami - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger